Contact Form

 

Saung Kelas di Sekolah Alam Cikeas



Ditengah maraknya sekolah dengan gedung tinggi dan ber-AC dibangun, Sekolah Alam Cikeas menawarkan konsep baru pada sebuah sekolah. Kelas yang menyatu dengan alam, minim tembok, unsur kayu dan tradisionalisme yang di usung. Bangunan kelas di Sekolah Alam Cikeas sebagian besar bernuansa rumah adat Indonesia Barat yang disebut saung. Bangunan saung banyak menggunakan material kayu dan batu alam serta atap menggunakan alang-alang. Saung kelas dibuat dengan konsep ramah lingkungan, dimana bentuknya terbuka, sehingga tidak perlu menggunakan pendingin ruangan (AC) dan lampu menyala terus menerus, maka lebih menghemat listrik.
Hal ini dilakukan karena Sekolah Alam Cikeas mengangkat konsep konservasi lingkungan dalam aplikasi pendidikannya. Material bangunan yang digunakan diusahakan material yang sesuai dan banyak dijumpai di Nusantara.
Bangunan saung kelas juga menggunakan sistem ‘umpak’, yaitu bangunan tidak dicor tetapi hanya didudukkan di atas pondasi. Manfaat dari sistem umpak ini adalah bangunan tersebut lebih tahan gempa dibandingkan bangunan-bangunan yang pondasinya di cor.
Setiap saung kelas dilengkapi wastafel, toilet dan tempat wudhu’.
Satu bangunan saung kelas terdiri dari kelas bagian atas dan kelas bagian bawah. Biasanya SD diatas dan kelas bawah diisi siswa TK. Sejak 2006 hingga 2015 sudah terdapat 8 saung kelas yang berdiri.

Saung kelas pertama berdiri tahun 2006
Saung kelas kedua berdiri tahun 2006
Saung kelas ketiga berdiri tahun 2007
Saung kelas keempat berdiri tahun 2007
Saung kelas kelima berdiri tahun 2008
Kelas bata berdiri tahun 2010
Saung kelas keenam berdiri tahun 2010
Saung kelas ketujuh berdiri tahun 2011
Saung kelas kedelapan berdiri tahun 2013


Total comment

Author

Unknown

Selangkah Menuju Adiwiyata Nasional


Komitmen Sekolah Alam Cikeas  untuk menjadi sekolah yang berbasis lingkungan telah menghantarkannya pada sebuah proses yang luar biasa. Pada 12 Oktober 2016 Sekolah Alam Cikeas diverifikasi oleh tim Adiwiyata Nasional untuk menjajaki kelayakan sekolah ini memperoleh penghargaan Adiwiyata Nasional. Kelengkapan dokumen dan aplikasi pendidikan berwawasan lingkungan dalam pembelajaran sehari-hari diperiksa secara detil. 
Penghargaan bergengsi bagi institusi yang berwawasan lingkungan ini ada beberapa tahapan, mulai dari Adiwiyata tingkat Kabupaten, Adiwiyata Provinsi, Adiwiyata Nasional dan terakhir Adiwiyata Mandiri. Penghargaan Adiwiyata ini merupakan pengakuan pemerintah terhadap sebuah institusi yang berkomitmen menjaga lingkungan. Dengan diraihnya penghargaan ini, Sekolah Alam Cikeas semakin membuktikan bahwa keberadaannya memiliki andil dalam menjaga kelestarian lingkungan di Indonesia. 



Total comment

Author

Unknown

EKSPLORASI WARNA KUNING



Siswa Play Group sedang mengenal konsep warna dasar yaitu warna kuning. Karena itu mereka memakai pakaian berwarna kuning. Ibu guru mengajak mereka berkeliling di sekitar sekolah untuk mencari benda-benda yang berwarna kuning. 

Para siswa menemukan tempat sampah yang berwarna kuning yaitu tempat sampah residu, lalu ada juga tembok kelas dan tangga kelas di SD 5 dan SD 6. Selain itu ada tanaman kacang-kacangan dan aster yang memiliki bunga berwarna kuning. Ada juga sign system sekolah yang berwarna kuning. Anak-anak berlomba mencari benda-benda berwarna kuning sebanyak-banyaknya. Ternyata banyak sekali benda-benda di sekitar sekolah yang berwarna kuning.

Setelah berkeliling dan menemukan benda-benda berwarna kuning, Ibu guru mengajak anak-anak bermain “Lompat warna” di taman. Papan warna ada 2 (dua), yaitu merah dan kuning, cara bermainnya sangat mudah yaitu dengan cara melompat 2 (dua) kaki dan menginjak papan warna sesuai instruksi. Semua siswa mencoba permainan ini secara bergantian. Yang tepat melompat dan menginjak papan warna maka akan mendapat 1 (satu) bintang sebagai reward

Itulah kegiatan siswa Play Group di Sekolah Alam Cikeas kali ini, sampai bertemu kembali dengan cerita kegiatan lainnya.
 

(edited by: MG)





Total comment

Author

Unknown