Alam beserta
keanekaragaman di dalamnya merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa sebagai wujud
kasih sayangNya kepada umat manusia. Sudah selayaknya kita sebagai makhluk yang
bernaung di dalamnya menjaga serta memelihara potensi alam dan keindahannya.
Perilaku yang bersahabat dengan alam harus dimulai sejak dini dan ditularkan
dari generasi ke generasi sesuai pepatah Minangkabau “alam takambang jadi guru” (semua yang terjadi, tergelar dan
berkembang di masyarakat, lingkungan sekitar, serta lingkungan alam semesta
dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan). Inilah salah satu landasan
berdirinya Sekolah Alam Cikeas.
Sekolah Alam Cikeas
yang visi pendidikannya adalah “menjadi sekolah terdepan yang mencetak generasi
pemimpin” percaya bahwa seorang pemimpin haruslah cerdas dan berpengetahuan
luas. Pengetahuan yang luas diperoleh dengan “membaca”, baik itu membaca
literatur, membaca situasi dan kondisi, membaca gesture dan menganalisa sekitarnya. Itulah mengapa dalam Al-Qur’an
diperintahkan untuk “Iqro”,
Bacalah!
Untuk mewujudkan visi
tersebut salah satu misi kami adalah “menyelenggarakan pendidikan yang
membangun manusia yang berpengetahuan, berbadan sehat dan berakhlak
mulia”. Salah satu implementasinya dalam
pembelajaran sehari-hari adalah hadirnya program literasi di sekolah. Program literasi
ini mendorong siswa agar haus akan ilmu pengetahuan, menjadikan mereka senang
membaca dan ouputnya siswa dapat
membuat karya. Artinya setelah mereka memiliki ilmu mereka diajak berbagi ilmu dan
berkarya melalui buku, sehingga ilmu yang mereka miliki bermanfaat untuk
semesta.
Kunci kualitas
pendidikan di sekolah kami adalah guru yang berkualitas dan metode belajar yang
tepat, serta buku sebagai gerbang ilmu. Untuk itu ketiganya menjadi pondasi
dalam menjalankan program literasi yang kami miliki. Sesuai dengan konsep kami
yang mengedepankan belajar menyenangkan, program literasi dikemas secara apik
dan menyenangkan. Sejalan dengan amanat UUD No.23 Tahun 2002 pasal 9 ayat 1
tentang perlindungan anak, bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan
pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasan sesuai
dengan minat dan bakatnya. Di sekolah ini setiap siswa memperoleh kesempatan
untuk mengembangkan potensinya dalam hal literasi. Mulai dari pra TK anak-anak
sudah dikenalkan dengan buku baik itu ilmu pengetahuan di dalamnya maupun
konten pendukungnya.
Dipandu oleh Zulianto Adi seorang guru literasi yang
berpengalaman, Sekolah Alam Cikeas berhasil menjalankan beragam program
literasi, yakni:
1.
Kunjungan
ke perpustakaan setiap pekan
Di Sekolah Alam Cikeas kunjungan ke
perpustakaan merupakan hal yang wajib, kegiatan ini termasuk ke dalam intrakulikuler
dan terjadwal seperti mata pelajaran lainnya. Dalam sepekan setiap kelas
mendapat kesempatan satu kali ke perpustakaan. Untuk kelas pra TK dan TK, lama
waktu kunjungan 30 menit sedangkan SD satu jam. Dalam kunjungan ini siswa
mendapatkan materi literasi dan sesi
peminjaman buku. Saat hendak ke perpustakaan semua siswa berbaris dan membawa big pocket (tas plastik) untuk meminjam
buku. Ini bagian dari penanaman disiplin kepada siswa. Guru kelas mendampingi
siswa selama jam kunjungan dan memberikan bimbingan pada siswa yang belum tahu
akan meminjam buku apa atau siswa yang belum memiliki kecenderungan membaca
buku. Masing-masing siswa juga memiliki kartu perpustakaan sebagai tanda
keanggotaan.
2.
Membaca
50 buku dalam setahun
Setiap siswa ditargetkan membaca buku
sebanyak 50 buah dalam satu tahun. Program ini berjalan terus setiap tahunnya
mulai dari siswa pra TK hingga SD. Selain mengikuti pembelajaran dari guru
literasi, siswa diwajibkan meminjam buku di perpustakaan. Ada dua buku yang
bisa dipinjam, buku fiksi dan non fiksi. Buku tersebut dibaca bersama orangtua
mereka di rumah. Hal ini sangat bermanfaat bagi siswa yang belum bisa membaca
dan membangun kelekatan dengan orangtua di rumah. Siswa membuat resume sebagai
bukti bahwa buku yang dipinjam sudah mereka baca. Bagi siswa yang gemar membaca
tidak harus menunggu selama sepekan untuk bisa meminjam buku berikutnya. Mereka
bisa datang setiap hari ke perpustakaan pada jam 09.30 – 10.00 atau setelah snack time. Tujuan dari kegiatan ini adalah
agar setiap siswa suka membaca dan ia tertarik untuk menulis buku yang bagus.
Sebagai motivasi, setiap bulannya diberikan penghargaan the best reader yakni, siswa yang paling banyak meminjam buku di
perpustakaan dan gemar membacanya. Penghargaan ini direkomendasikan oleh guru literasi
dan diberikan langsung oleh kepala sekolah kepada siswa tersebut dihadapan
teman-temannya satu sekolah.
3.
Membuat
resume
Setelah membaca buku siswa membuat
resume isi buku tersebut agar ia tahu isi informasi yang terkandung di dalamnya.
Tujuannya agar siswa benar-benar memahami buku yang ia baca. Bagi kelas Pra TK
dan TK resume berupa lisan, siswa menceritakan buku yang telah mereka baca pada
kelas literasi di minggu berikutnya. Untuk siswa SD kelas 1-3 membuat resume dengan
gambar dan tulisan singkat ditambah pendapat mereka terhadap buku tersebut
dengan mewarnai bintang. Jika menurut mereka bagus, maka bisa mewarnai tiga
bintang. Jika kurang bagus diwarnai satu atau dua bintang saja. Untuk siswa SD
kelas 4-6, resume dibuat lebih kompleks, selain menceritakan isi buku mereka
mencantumkan informasi di dalam buku seperti pengarang dan penerbit buku.
4.
Story
telling
Bercerita kepada siswa menggunakan alat
bantu seperti boneka, kartu, wayang dan lain-lain yang biasanya dilakukan
kepada siswa Pra TK sampai dengan SD kelas 2. Kemampuan guru dalam bercerita
sangat diperlukan mulai dari suara, gerak, mimik wajah agar siswa merasa
terlibat dalam cerita tersebut. Kendalanya tidak semua guru memiliki keahlian
ini, untuk mensiasatinya kami bekerjasama dengan rumah dongeng yang ada di
sekitar Jabodetabek juga orangtua siswa untuk berbagi pengalaman mereka. Tujuan
kegiatan ini membangun imajinasi siswa agar mereka mampu berfikir kreatif dan
berani tampil di depan umum.
5.
Read
aloud
Membacakan buku pada siswa dengan suara
lantang, biasanya dilakukan di kelas setelah morning talk mulai dari kelas Pra TK sampai SD kelas 6. Ada daftar
buku bagi setiap level kelas yang khusus dibacakan kepada siswa untuk program
ini. Buku yang paling disukai siswa adalah jenis buku besar, buku 3D, yang mana
siswa dapat berinteraksi langsung saat ia dibacakan cerita. Read aloud ini terjadwal setiap harinya
dan dilakukan oleh guru kelas sebelum memulai kegiatan pada hari tersebut.
6.
Kelas
Literasi
Kelas literasi dilakukan saat kunjungan
ke perpustakaan dan dipandu oleh guru literasi. Isi materi di kelas literasi
berkaitan erat dengan pelajaran bahasa Indonesia. Karena masuk kegiatan
intrakulikuler, gurupun melakukan penilaian dan membuat rapor siswa seperti
halnya mata pelajaran yang lain. Berikut ini beberapa contoh materi yang
diajarkan di kelas literasi:
a.
Reading
log fiction
Materi ini merupakan kerangka yang
digunakan untuk membuat sebuah buku fiksi. Di dalam kegiatan ini siswa
mendapatkan pengetahuan mengenai isi dari buku fiksi. Mulai dari pengarang,
judul, penerbit, tokoh, sifat atau karakter tokoh, setting, problem solving, moral. Tujuannya agar siswa tidak hanya
membaca sebuah buku tapi dia bisa mendapatkan moral/ nilai/ value dari buku
yang dibaca. Hasil yang diharapkan adalah anak-anak mampu mengetahui isi/
konten dari buku fiksi, lalu mereka bisa membuat buku fiksi.
b.
5W1H
(non fiction literatur)
Merupakan
kerangka untuk membuat buku non fiksi. Buku non fiksi biasanya berisi tentang
ilmu pengetahuan. Dengan mengetahui 5W1H (what
where who why how) mereka akan mudah memahami isi bukunya. Jadi siswa bukan
hanya sekedar membaca sebuah buku tapi juga tahu cara merangkainya. Tujuannya
supaya siswa mendapatkan esensi dari sebuah buku, paham maksudnya dan bisa
membuatnya.
c.
Membuat
sampul buku (cover)
Ini
merupakan dasar pengetahuan dari sebuah buku. Tujuannya agar siswa tahu apa
saja yang tertera di sampul buku dan mereka bisa membuatnya. Sampul buku adalah
satu bagian penting dari buku yang memerlukan kemampuan khusus untuk
merancangnya.
d.
Presentasi
buku favorit
Dalam
materi ini satu siswa mempresentasikan di depan kelas buku yang ia baca. Jadi
langkahnya setelah membaca satu buku, mereka mempresentasikan isinya, dan
merekomendasikan kepada temannya. Jika buku itu fiksi mereka harus tahu reading
log, jika non fiksi mereka harus memahami 5W1H di dalam buku tersebut.
Tujuannya untuk memberi informasi tentang isi buku dan pengetahuan di dalamnya
kepada orang lain.
e.
Membuat
brosur/flyer
Merupakan
bagian dari materi literasi informasi yang menggunakan konsep PLUS (purpose, location, use of information, self
evaluation). Tujuannya apa, lokasi,
sumber informasinya dari mana, itulah pola dan tahapan yang diajarkan kepada
siswa. Dengan begitu siswa tahu bagaimana menggunakan informasi, bagaimana
mencari informasi tersebut dan dapat menilai sendiri informasinya. Materi ini dirancang
untuk siswa SD kelas 5. Siswa pernah membuat brosur dengan tema pariwisata yang
diintegrasikan dengan kegiatan Outcamp ke daerah Jawa Timur.
f.
Sign
system literacy
Siswa
belajar mengenal dan membuat rambu-rambu atau lambang-lambang visual yang biasa
ada di ruang publik seperti: traffic sign,
commercial sign, wayfinding, safety sign. Mereka harus bisa membaca arti
dari lambang-lambang itu. Setelah itu mencoba untuk mencipta/ membuat
lambang-lambang menurut versinya sendiri.
g.
Menulis
biografi dan otobiografi
Program
untuk siswa SD kelas 5 ini menggunakan literasi informasi super 3 (plan, do, review). Untuk membuatnya
ada tiga langkah yang digunakan, yang pertama membuat 15 pertanyaan, contohnya siapa
kamu, siapa namamu, dan lain-lain. Kedua siswa mewawancarai temannya. Ketiga review atau presentasi hasil karya siswa.
Plan
artinya merencanakan, siswa distimulasi untuk merencanakan menulis sebuah biografi,
setelah itu dipandu untuk mencari orang yang akan ditulis biografinya. Lalu siswa
melakukan tahapan “do” dengan wawancara,
setelah itu membuat narasi hasil wawancara. Terakhir adalah “review” yakni presentasi di depan kelas tentang
tokoh/ teman yang dibuat biografinya. Selain tiga tahapan tersebut, ada tahapan
evaluasi (menilai), yang melakukannya adalah orang yang dibuatkan biografinya tersebut.
Otobiografi adalah menulis biografi sendiri,
ini dikerjakan oleh siswa kelas 6 SD. Polanya sama yakni melakukan plan, do, review terlebih dahulu. Siswa
membuat pertanyaan tentang diri sendiri, menjawabnya dan mendeskripsikannya supaya
isi tulisannya terarah dan ada panduan.
7.
Membuat
buku karya anak (individual atau kelompok)
Siswa
membuat buku hasil karyanya berupa buku fiksi maupun non fiksi. Untuk karya
kelompok, biasanya dalam satu semester setiap kelas minimal menghasilkan dua
buku kelas yang isinya gabungan tulisan anak-anak dalam satu kelas. Hal ini
menjadi program wajib bagi setiap kelas mulai dari TK hingga SD. Pada tahap
latihan siswa dipandu membuat buku manual menggunakan kertas serta diberikan
kisi-kisi dalam membuat sebuah buku. Biasanya bentuk buku yang dibuat terbilang
unik seperti kotak, buku mini dan tiga dimensi karena siswa menggambar juga
membentuknya sendiri dengan tangan. Untuk karya pribadi siswa membuat bukunya
sendiri, dicetak seperti buku sungguhan, diberi harga dan siap
jual pada kegiatan market day.

Pada
tahun 2013 kumpulan surat anak-anak untuk Ibu mereka kami jadikan sebuah buku
yang berjudul “Surat kecil untuk bunda”. Buku ini kami cetak mandiri dan
mendapat sambutan hangat kala itu. Masih di tahun yang sama kami kembali
memotivasi siswa untuk membuat buku, kali ini berjudul “Alam sahabatku”,
dibantu oleh Mizan Digital Publishing buku ini diterbitkan secara e-book dan
dicetak mandiri sesuai permintaan. Dari buku ini Sekolah Alam Cikeas mencetak
rekor dunia MURI sebagai buku kumpulan karangan anak-anak terbanyak, yakni 155
anak.
8.
Pekan
buku (Book week)
Merupakan
acara tahunan dengan tema berganti-ganti setiap tahunnya seperti cerita rakyat,
cerita kepahlawanan, fabel, dan lain-lain. Di dalamnya ada beragam acara tentang
buku yang dikaitkan dengan tema tersebut, seperti lomba menulis, bercerita, fashion show tokoh buku, parade, bazar
buku, talkshow, buku keliling, sumbang
buku, workshop dan lain-lain. Acara pekan buku ini melibatkan tokoh profesional
sebagai nara sumber, bekerja sama dengan komunitas-komunitas dan juga orangtua
siswa. Di acara ini kami menampilkan hasil karya siswa. Bisa dikatakan pekan
buku merupakan perayaan terhadap buku yang tujuannya membuat siswa mencintai
buku.
9.
Kolom
karya siswa pada buletin sekolah
Buletin
sekolah terbit dua kali dalam satu semester. Kami juga melibatkan siswa dalam
penerbitan buletin sekolah, seperti pembuatan cerpen atau artikel. Hal ini dapat
mengembangkan minat dan penghargaan terhadap siswa yang berbakat menulis karena
karya mereka dicetak dan dibaca oleh orang banyak.
Sekolah Alam Cikeas
percaya bahwa bangsa yang besar akan lahir dari generasi yang berpengetahuan
luas dan berakhlak mulia. Penanaman pengetahuan dan nilai-nilai akhlak mulia
lebih mudah ditransfer ke dalam diri anak melalui cerita dan pengalaman. Seperti
yang dikatakan J.K Rowling “I do believe something very magical can happen
when you read a good book”, maka siswa Sekolah Alam Cikeas dipandu untuk
cinta buku, mau membaca buku, mengambil pengetahuan dan nilai di dalamnya,
membagikan ilmu yang didapat dengan membuat buku. Mengenalkan literasi sejak
dini adalah pilihan yang tepat. Butuh konsistensi dan dukungan semua pihak yang
ada di sekolah untuk mewujudkan program yang berkesinambungan.
Catatan:
Tulisan ini dimuat
dalam buku “Merayakan Literasi Menata Masa Depan” Kemendikbud 2017.