Contact Form

 

Class Assembly



Salah satu kegiatan menarik di Sekolah Alam Cikeas adalah class assembly. Dilakukan setiap pekan pada hari Jum’at jam 09.30 – 10.30 dimana setiap kelas menampilkan pertunjukan yang merupakan proyek kelasnya. Pertunjukan bisa berupa tarian, nyanyian atau drama yang disajikan dalam durasi 10-15 menit. Para guru ditantang kreatifitasnya untuk menciptakan pertunjukan menarik, berdurasi singkat dan terintegrasi dengan pembelajaran.
Dalam class assembly para siswa belajar mempersiapkan pertunjukan, pelaksanaan hingga pasca penampilan. Persiapan dilakukan di kelas bersama teman dan guru yang terintegrasi dengan pembelajaran sehari-hari, seperti peralatan dan dekorasi panggung. Saat pelaksanaan para siswa belajar memberikan penampilan terbaiknya kepada penonton. Mencoba untuk percaya diri, serta mengatur strategi agar penampilan mereka terlihat maksimal. Pasca pelaksanaan mereka merapikan peralatan yang telah digunakan.






Siswa yang menonton juga belajar bagaimana menjadi penonton yang baik dan tertib, mulai dari kedatangan, saat pertunjukan dan kepulangan mereka menuju kelas. Saat datang ke area amphitheatre para siswa berbaris dan memilih tempat duduk dengan tertib. Saat pertunjukan mereka mampu duduk rapi, tidak menghalangi penonton yang lain, tidak bersorak, mendengarkan serta menyimak pertunjukan, memberikan penghargaan dengan tepuk tangan atau standing applause jika dibutuhkan. Kembali ke kelas dengan berbaris, tidak saling mendorong atau ingin mendahului teman.
Bagi para orangtua class assembly juga sangat dinantikan, selain dapat melihat anaknya tampil, mereka juga bersillaturrahim dengan orangtua lainnya. Kumpul bersama dan saling bercengkrama sesama orangtua. 



Inilah menariknya program class assembly di Sekolah Alam Cikeas, semua belajar dan menikmati pertunjukan dengan rasa senang. Perasaan senang itulah yang menjadi unggulan Sekolah Alam Cikeas dalam menyelenggarakan pendidikan. Anak senang, guru senang, orangtua senang.  

Lokasi:

Komplek Puri Cikeas, Jalan Letda Natsir, Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat 16967, Indonesia

view large map

Total comment

Author

Unknown

MEMBACA BUKU, MENCINTAI ALAM



Alam beserta keanekaragaman di dalamnya merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa sebagai wujud kasih sayangNya kepada umat manusia. Sudah selayaknya kita sebagai makhluk yang bernaung di dalamnya menjaga serta memelihara potensi alam dan keindahannya. Perilaku yang bersahabat dengan alam harus dimulai sejak dini dan ditularkan dari generasi ke generasi sesuai pepatah Minangkabau “alam takambang jadi guru” (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat, lingkungan sekitar, serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan). Inilah salah satu landasan berdirinya Sekolah Alam Cikeas.

Sekolah Alam Cikeas yang visi pendidikannya adalah “menjadi sekolah terdepan yang mencetak generasi pemimpin” percaya bahwa seorang pemimpin haruslah cerdas dan berpengetahuan luas. Pengetahuan yang luas diperoleh dengan “membaca”, baik itu membaca literatur, membaca situasi dan kondisi, membaca gesture dan menganalisa sekitarnya. Itulah mengapa dalam Al-Qur’an diperintahkan untuk “Iqro”, Bacalah!  

Untuk mewujudkan visi tersebut salah satu misi kami adalah “menyelenggarakan pendidikan yang membangun manusia yang berpengetahuan, berbadan sehat dan berakhlak mulia”.  Salah satu implementasinya dalam pembelajaran sehari-hari adalah hadirnya program literasi di sekolah. Program literasi ini mendorong siswa agar haus akan ilmu pengetahuan, menjadikan mereka senang membaca dan ouputnya siswa dapat membuat karya. Artinya setelah mereka memiliki ilmu mereka diajak berbagi ilmu dan berkarya melalui buku, sehingga ilmu yang mereka miliki bermanfaat untuk semesta.

Kunci kualitas pendidikan di sekolah kami adalah guru yang berkualitas dan metode belajar yang tepat, serta buku sebagai gerbang ilmu. Untuk itu ketiganya menjadi pondasi dalam menjalankan program literasi yang kami miliki. Sesuai dengan konsep kami yang mengedepankan belajar menyenangkan, program literasi dikemas secara apik dan menyenangkan. Sejalan dengan amanat UUD No.23 Tahun 2002 pasal 9 ayat 1 tentang perlindungan anak, bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasan sesuai dengan minat dan bakatnya. Di sekolah ini setiap siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensinya dalam hal literasi. Mulai dari pra TK anak-anak sudah dikenalkan dengan buku baik itu ilmu pengetahuan di dalamnya maupun konten pendukungnya. 

Dipandu oleh Zulianto Adi seorang guru literasi yang berpengalaman, Sekolah Alam Cikeas berhasil menjalankan beragam program literasi, yakni: 

1.      Kunjungan ke perpustakaan setiap pekan
Di Sekolah Alam Cikeas kunjungan ke perpustakaan merupakan hal yang wajib, kegiatan ini termasuk ke dalam intrakulikuler dan terjadwal seperti mata pelajaran lainnya. Dalam sepekan setiap kelas mendapat kesempatan satu kali ke perpustakaan. Untuk kelas pra TK dan TK, lama waktu kunjungan 30 menit sedangkan SD satu jam. Dalam kunjungan ini siswa mendapatkan  materi literasi dan sesi peminjaman buku. Saat hendak ke perpustakaan semua siswa berbaris dan membawa big pocket (tas plastik) untuk meminjam buku. Ini bagian dari penanaman disiplin kepada siswa. Guru kelas mendampingi siswa selama jam kunjungan dan memberikan bimbingan pada siswa yang belum tahu akan meminjam buku apa atau siswa yang belum memiliki kecenderungan membaca buku. Masing-masing siswa juga memiliki kartu perpustakaan sebagai tanda keanggotaan.

2.      Membaca 50 buku dalam setahun
Setiap siswa ditargetkan membaca buku sebanyak 50 buah dalam satu tahun. Program ini berjalan terus setiap tahunnya mulai dari siswa pra TK hingga SD. Selain mengikuti pembelajaran dari guru literasi, siswa diwajibkan meminjam buku di perpustakaan. Ada dua buku yang bisa dipinjam, buku fiksi dan non fiksi. Buku tersebut dibaca bersama orangtua mereka di rumah. Hal ini sangat bermanfaat bagi siswa yang belum bisa membaca dan membangun kelekatan dengan orangtua di rumah. Siswa membuat resume sebagai bukti bahwa buku yang dipinjam sudah mereka baca. Bagi siswa yang gemar membaca tidak harus menunggu selama sepekan untuk bisa meminjam buku berikutnya. Mereka bisa datang setiap hari ke perpustakaan pada jam 09.30 – 10.00 atau setelah snack time. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar setiap siswa suka membaca dan ia tertarik untuk menulis buku yang bagus. Sebagai motivasi, setiap bulannya diberikan penghargaan the best reader yakni, siswa yang paling banyak meminjam buku di perpustakaan dan gemar membacanya. Penghargaan ini direkomendasikan oleh guru literasi dan diberikan langsung oleh kepala sekolah kepada siswa tersebut dihadapan teman-temannya satu sekolah.

3.      Membuat resume
Setelah membaca buku siswa membuat resume isi buku tersebut agar ia tahu isi informasi yang terkandung di dalamnya. Tujuannya agar siswa benar-benar memahami buku yang ia baca. Bagi kelas Pra TK dan TK resume berupa lisan, siswa menceritakan buku yang telah mereka baca pada kelas literasi di minggu berikutnya. Untuk siswa SD kelas 1-3 membuat resume dengan gambar dan tulisan singkat ditambah pendapat mereka terhadap buku tersebut dengan mewarnai bintang. Jika menurut mereka bagus, maka bisa mewarnai tiga bintang. Jika kurang bagus diwarnai satu atau dua bintang saja. Untuk siswa SD kelas 4-6, resume dibuat lebih kompleks, selain menceritakan isi buku mereka mencantumkan informasi di dalam buku seperti pengarang dan penerbit buku.

4.      Story telling
Bercerita kepada siswa menggunakan alat bantu seperti boneka, kartu, wayang dan lain-lain yang biasanya dilakukan kepada siswa Pra TK sampai dengan SD kelas 2. Kemampuan guru dalam bercerita sangat diperlukan mulai dari suara, gerak, mimik wajah agar siswa merasa terlibat dalam cerita tersebut. Kendalanya tidak semua guru memiliki keahlian ini, untuk mensiasatinya kami bekerjasama dengan rumah dongeng yang ada di sekitar Jabodetabek juga orangtua siswa untuk berbagi pengalaman mereka. Tujuan kegiatan ini membangun imajinasi siswa agar mereka mampu berfikir kreatif dan berani tampil di depan umum.

5.      Read aloud
Membacakan buku pada siswa dengan suara lantang, biasanya dilakukan di kelas setelah morning talk mulai dari kelas Pra TK sampai SD kelas 6. Ada daftar buku bagi setiap level kelas yang khusus dibacakan kepada siswa untuk program ini. Buku yang paling disukai siswa adalah jenis buku besar, buku 3D, yang mana siswa dapat berinteraksi langsung saat ia dibacakan cerita. Read aloud ini terjadwal setiap harinya dan dilakukan oleh guru kelas sebelum memulai kegiatan pada hari tersebut.



6.      Kelas Literasi
Kelas literasi dilakukan saat kunjungan ke perpustakaan dan dipandu oleh guru literasi. Isi materi di kelas literasi berkaitan erat dengan pelajaran bahasa Indonesia. Karena masuk kegiatan intrakulikuler, gurupun melakukan penilaian dan membuat rapor siswa seperti halnya mata pelajaran yang lain. Berikut ini beberapa contoh materi yang diajarkan di kelas literasi:

a.      Reading log fiction
Materi ini merupakan kerangka yang digunakan untuk membuat sebuah buku fiksi. Di dalam kegiatan ini siswa mendapatkan pengetahuan mengenai isi dari buku fiksi. Mulai dari pengarang, judul, penerbit, tokoh, sifat atau karakter tokoh, setting, problem solving, moral. Tujuannya agar siswa tidak hanya membaca sebuah buku tapi dia bisa mendapatkan moral/ nilai/ value dari buku yang dibaca. Hasil yang diharapkan adalah anak-anak mampu mengetahui isi/ konten dari buku fiksi, lalu mereka bisa membuat buku fiksi.

b.      5W1H (non fiction literatur)
Merupakan kerangka untuk membuat buku non fiksi. Buku non fiksi biasanya berisi tentang ilmu pengetahuan. Dengan mengetahui 5W1H (what where who why how) mereka akan mudah memahami isi bukunya. Jadi siswa bukan hanya sekedar membaca sebuah buku tapi juga tahu cara merangkainya. Tujuannya supaya siswa mendapatkan esensi dari sebuah buku, paham maksudnya dan bisa membuatnya.

c.       Membuat sampul buku (cover)
Ini merupakan dasar pengetahuan dari sebuah buku. Tujuannya agar siswa tahu apa saja yang tertera di sampul buku dan mereka bisa membuatnya. Sampul buku adalah satu bagian penting dari buku yang memerlukan kemampuan khusus untuk merancangnya. 



d.      Presentasi buku favorit
Dalam materi ini satu siswa mempresentasikan di depan kelas buku yang ia baca. Jadi langkahnya setelah membaca satu buku, mereka mempresentasikan isinya, dan merekomendasikan kepada temannya. Jika buku itu fiksi mereka harus tahu reading log, jika non fiksi mereka harus memahami 5W1H di dalam buku tersebut. Tujuannya untuk memberi informasi tentang isi buku dan pengetahuan di dalamnya kepada orang lain.


e.       Membuat brosur/flyer
Merupakan bagian dari materi literasi informasi yang menggunakan konsep PLUS (purpose, location, use of information, self evaluation).  Tujuannya apa, lokasi, sumber informasinya dari mana, itulah pola dan tahapan yang diajarkan kepada siswa. Dengan begitu siswa tahu bagaimana menggunakan informasi, bagaimana mencari informasi tersebut dan dapat menilai sendiri informasinya. Materi ini dirancang untuk siswa SD kelas 5. Siswa pernah membuat brosur dengan tema pariwisata yang diintegrasikan dengan kegiatan Outcamp ke daerah Jawa Timur. 


f.       Sign system literacy
Siswa belajar mengenal dan membuat rambu-rambu atau lambang-lambang visual yang biasa ada di ruang publik seperti: traffic sign, commercial sign, wayfinding, safety sign. Mereka harus bisa membaca arti dari lambang-lambang itu. Setelah itu mencoba untuk mencipta/ membuat lambang-lambang menurut versinya sendiri.

g.      Menulis biografi dan otobiografi
Program untuk siswa SD kelas 5 ini menggunakan literasi informasi super 3 (plan, do, review). Untuk membuatnya ada tiga langkah yang digunakan, yang pertama membuat 15 pertanyaan, contohnya siapa kamu, siapa namamu, dan lain-lain. Kedua siswa mewawancarai temannya. Ketiga review atau presentasi hasil karya siswa.  
Plan artinya merencanakan, siswa distimulasi untuk merencanakan menulis sebuah biografi, setelah itu dipandu untuk mencari orang yang akan ditulis biografinya. Lalu siswa melakukan tahapan “do” dengan wawancara, setelah itu membuat narasi hasil wawancara. Terakhir adalah “review” yakni presentasi di depan kelas tentang tokoh/ teman yang dibuat biografinya. Selain tiga tahapan tersebut, ada tahapan evaluasi (menilai), yang melakukannya adalah orang yang dibuatkan biografinya tersebut.
Otobiografi adalah menulis biografi sendiri, ini dikerjakan oleh siswa kelas 6 SD. Polanya sama yakni melakukan plan, do, review terlebih dahulu. Siswa membuat pertanyaan tentang diri sendiri, menjawabnya dan mendeskripsikannya supaya isi tulisannya terarah dan ada panduan.

7.      Membuat buku karya anak (individual atau kelompok)
Siswa membuat buku hasil karyanya berupa buku fiksi maupun non fiksi. Untuk karya kelompok, biasanya dalam satu semester setiap kelas minimal menghasilkan dua buku kelas yang isinya gabungan tulisan anak-anak dalam satu kelas. Hal ini menjadi program wajib bagi setiap kelas mulai dari TK hingga SD. Pada tahap latihan siswa dipandu membuat buku manual menggunakan kertas serta diberikan kisi-kisi dalam membuat sebuah buku. Biasanya bentuk buku yang dibuat terbilang unik seperti kotak, buku mini dan tiga dimensi karena siswa menggambar juga membentuknya sendiri dengan tangan. Untuk karya pribadi siswa membuat bukunya sendiri, dicetak seperti buku sungguhan, diberi harga dan siap jual pada kegiatan market day. 

Pada tahun 2013 kumpulan surat anak-anak untuk Ibu mereka kami jadikan sebuah buku yang berjudul “Surat kecil untuk bunda”. Buku ini kami cetak mandiri dan mendapat sambutan hangat kala itu. Masih di tahun yang sama kami kembali memotivasi siswa untuk membuat buku, kali ini berjudul “Alam sahabatku”, dibantu oleh Mizan Digital Publishing buku ini diterbitkan secara e-book dan dicetak mandiri sesuai permintaan. Dari buku ini Sekolah Alam Cikeas mencetak rekor dunia MURI sebagai buku kumpulan karangan anak-anak terbanyak, yakni 155 anak.



8.      Pekan buku (Book week)
Merupakan acara tahunan dengan tema berganti-ganti setiap tahunnya seperti cerita rakyat, cerita kepahlawanan, fabel, dan lain-lain. Di dalamnya ada beragam acara tentang buku yang dikaitkan dengan tema tersebut, seperti lomba menulis, bercerita, fashion show tokoh buku, parade, bazar buku, talkshow, buku keliling, sumbang buku, workshop dan lain-lain. Acara pekan buku ini melibatkan tokoh profesional sebagai nara sumber, bekerja sama dengan komunitas-komunitas dan juga orangtua siswa. Di acara ini kami menampilkan hasil karya siswa. Bisa dikatakan pekan buku merupakan perayaan terhadap buku yang tujuannya membuat siswa mencintai buku.

9.      Kolom karya siswa pada buletin sekolah
Buletin sekolah terbit dua kali dalam satu semester. Kami juga melibatkan siswa dalam penerbitan buletin sekolah, seperti pembuatan cerpen atau artikel. Hal ini dapat mengembangkan minat dan penghargaan terhadap siswa yang berbakat menulis karena karya mereka dicetak dan dibaca oleh orang banyak. 

Sekolah Alam Cikeas percaya bahwa bangsa yang besar akan lahir dari generasi yang berpengetahuan luas dan berakhlak mulia. Penanaman pengetahuan dan nilai-nilai akhlak mulia lebih mudah ditransfer ke dalam diri anak melalui cerita dan pengalaman. Seperti yang dikatakan J.K Rowling “I do  believe something very magical can happen when you read a good book”, maka siswa Sekolah Alam Cikeas dipandu untuk cinta buku, mau membaca buku, mengambil pengetahuan dan nilai di dalamnya, membagikan ilmu yang didapat dengan membuat buku. Mengenalkan literasi sejak dini adalah pilihan yang tepat. Butuh konsistensi dan dukungan semua pihak yang ada di sekolah untuk mewujudkan program yang berkesinambungan.

Catatan:
Tulisan ini dimuat dalam buku “Merayakan Literasi Menata Masa Depan” Kemendikbud 2017.

Total comment

Author

Unknown