Contact Form

 

Siswa SD Memeriahkan Hari Peduli Sampah Nasional



Hari Peduli Sampah Nasional pada tahun 2016 ini diperingati dengan istimewa, di Negara kita ditandai dengan penerapan kantong plastik berbayar dengan tujuan mengurangi penggunaan plastik.
Sebagai sekolah yang konsisten dengan konsep pelestarian lingkungan, Sekolah Alam Cikeas ikut ambil bagian dalam memeriahkan hari peduli sampah ini. Kegiatan dilakukan oleh siswa SD kepada masyarakat yang ada di sekitar sekolah. Kegiatan yang dilakukan adalah  
1. Melakukan kampanye pengurangan penggunaan plastik dengan membagikan tas belanja ramah lingkungan.
2. Edukasi pemilahan sampah dan pembuatan lubang biopori pada warga sekitar bekerjasama dengan RT dan RW setempat. Para siswa juga menyerahkan bantuan alat pembuat lubang biopori kepada RT setempat.
3.  Praktek membuat kertas daur ulang.
4. Edukasi pemilahan sampah bagi sekolah-sekolah sekitar.
Sekolah Alam Cikeas berupaya menjadi yang terdepan dalam mengkampanyekan gaya hidup hijau ini agar bumi menjadi lebih hijau dan bersih.(MG)

 





Total comment

Author

Unknown


Jumat, 5 Februari 2016 lalu Sekolah Alam Cikeas kembali mengadakan Forum Berbagi Ilmu yang dihadiri oleh orangtua siswa yang memiliki anak usia dini. Mereka antusias untuk mengetahui bagaimana cara mengajarkan membaca pada anak-anaknya dengan cara menyenangkan. Materi kali ini diisi oleh Mama Zahrina TK A yang kebetulan pernah memiliki pengalaman sebagai guru TK.

Dalam mendidik anak usia dini faktor teladan menjadi kunci keberhasilan. Hal ini dikarenakan usia mereka adalah usia meniru. Anak-anak akan lebih mudah meniru perilaku dibandingkan jika diberitahu secara lisan. 
Demikian pula dalam membaca, berikut kutipan dari pembicara tentang hal-hal yang mempengaruhi kemampuan anak dalam membaca:
1. Atmosfer keluarga
Keluarga yang memiliki atmosfer membaca yang baik, yang mengenalkan buku atau bacaan sejak dini dapat membuat anak lebih mudah memiliki kemampuan membaca. Dengan kata lain, jika anak terbiasa melihat orangtuanya membaca buku, koran atau anak selalu dibacakan buku setiap hari dan sering diajak ke perpustakaan juga toko buku, maka ia dapat membaca lebih cepat dibandingkan anak yang tidak mendapatkan atmosfer tersebut.
2. Minat anak
Kita boleh mengajarkan anak membaca saat minatnya untuk membaca sudah timbul. Minat akan sesuatu hal, membuat orang lebih mudah mengenali atau memahami hal tersebut. Sebab, perasaan suka akan mempengaruhi semangat anak untuk belajar membaca. Semakin suka, maka semakin mudah ia memahaminya.
3. Gaya belajar anak
Orangtua sebaiknya memahami gaya belajar yang dominan pada anak, apakah ia auditori, visual atau kinestetik, dengan begitu kita dapat mengajarkan anak membaca dengan cara yang tepat. Jika auditori, membacakan si kecil cerita setiap hari dan memutarkan lagu-lagu tentang alphabet sangat membantunya untuk memiliki keterampilan membaca. Jika si kecil belajar dengan cara visual, memberikan tontotan CD edukasi, memajang poster, akan membuatnya semakin bersemangat. Jika si kecil kinestetik, kita bisa mainkan permainan edukasi untuk membaca bersama dia. Yang penting permainan tersebut menstimulasi kinestetiknya.
4. Daya tangkap anak
Anak yang memiliki daya tangkap yang baik, tentunya akan lebih cepat menyerap informasi yang disampaikan. Jika kita tahu anak kita memiliki daya tangkap yang kurang baik, maka kita harus mengulangi kegiatan tertentu beberapa kali sampai ia paham.
5. Menyenangkan
Dalam belajar, menyenangkan adalah poin utama yang harus kita jaga. Mood anak saat kegiatan haruslah baik, sehingga kegiatan belajar membaca tetap menyenangkan. Kita tidak boleh memaksakan kehendak. Jika anak lelah, sebaiknya berhenti dan dilanjutkan lain waktu.
6. Menggabungkan antara membaca dan menulis
Saat anak memahami sebuah konsep, maka perkenalkan dengan tulisannya. Contoh, ketika anak sudah mengenal huruf a, maka latihlah ia cara menulis huruf a yang benar. Jadi konsep membaca dan menulis digabungkan, sehingga anak lebih mudah memahami dan kemampuan membacanya cepat terasah. Manfaat lainnya anak menjadi semangat dan tidak bosan dalam berkegiatan.
7. Stimulasi yang diberikan orangtua
Hal ini sangat menentukan kemampuan anak untuk membaca. Ketika semua hal diatas sudah ada, namun orangtua tidak memberikan stimulasi atau cuek saja, maka anak akan sulit belajar. Stimulant untuk kegiatan membaca antara lain teladan orangtua, buku, kartu huruf, quiz, games, lagu, dan lain-lain. Semua stimulant ini sifatnya menyenangkan dan membuat anak lebih mudah untuk belajar membaca.

Faktor-faktor tadi perlu sekali dipahami sehingga sebagai orangtua kita tetap mampu mengajarkan anak membaca dalam koridor yang tepat. Usia dini adalah usia bermain, maka dari itu semua hal yang disampaikan harus dengan cara bermain. Mari jadi orangtua hebat dan teladan bagi anak dalam membaca. MG.



Total comment

Author

Unknown