Contact Form

 


Sekolah Alam Cikeas sebuah sekolah berbasis alam dengan konsep pembelajaran ramah lingkungan yang berada di bawah naungan Yayasan Bhakti Suratto (YBS), kembali akan menorehkan cerita. Setelah tahun 2013 lalu sukses mengadakan kegiatan bertaraf internasional dengan tajuk Indonesia Digital Book Fair 2013. Di tahun 2016 nanti, bersama dengan YBS dan Rayakultura akan mengadakan Indonesia International Green Writers Festival (IIGWF). Gagasan ini muncul karena kegiatan festival menulis di Indonesia masih sedikit. Festival internasional seperti ini baru ada di Makassar & Ubud, bahkan di Jakarta sebagai ibu kota belum pernah ada kegiatan semacam ini.


Sekolah Alam Cikeas ikut ambil bagian dalam acara ini dengan mengirimkan puluhan guru dan siswa SMP untuk menjadi tim Laskar Pena Hijau, dimana tim ini merupakan agen kampanye hijau atau kampanye cinta lingkungan. Tim Laskar Pena Hijau lahir dari para peserta beasiswa kelas menulis hijau (green writers) yang memulai kelasnya pada 22 Agutus lalu hingga tanggal 26 September 2015. Kelas green writes ini berlangsung selama enam minggu, pesertanya mulai dari siswa SMP, aktivis lingkungan dan para penulis professional dengan jumlah 40 orang.


Tim Laskar Pena Hijau yang sudah terbentuk bertugas menyebarkan virus cinta lingkungan melalui tulisan-tulisan hijau. Kampanye ini dilakukan melalui berbagai media, mulai dari penulisan blog, website, media sosial, siaran CKTV dan penerbitan buku.  Sasaran kegiatan kampanye hijau ini anak-anak hingga dewasa. Anak-anak melalui lingkungan sekolah, sedangkan orang dewasa melalui pertemanan jejaring sosial. Kampanye tulisan hijau ini akan berlangsung terus hingga terselenggaranya acara IIGWF 2016 nanti.

IIGWF merupakan proyek besar bagi Sekolah Alam Cikeas dalam menyuarakan isu penyelamatan bumi bagi kelangsungan kehidupan anak cucu manusia di dunia untuk masa berikutnya.(MG)

Total comment

Author

Unknown


Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), begitulah bentuk kepedulian lingkungan yang pertama kali dijalankan di Indonesia melalui jalur pendidikan oleh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) pada tahun 1975 yang kemudian pada tahun 1977 diujicobakan pada 15 Sekolah Dasar. Perlahan namun pasti kepedulian ini berkembang dan memancing masyarakat dan pemerintah untuk turut peduli mengelola lingkungan. Bersamaan dengan itu di belahan lain bumi pada tahun 1992 untuk pertama kalinya terciptalah sebuah standar sistem pengelolaan lingkungan BS 7750 yang kelak akan berkembang menjadi seri ISO 1400 yang salah satunya adalah ISO 14001. Pada tahun 1996 standar sistem pengelolaan lingkungan BS 7750 dikembangkan oleh International Organitation for Standardization (ISO) menjadi ISO 14001 yang digunakan di 159 negara di dunia. Sementara itu di Indonesia pada tahun 2003 program PLH berkembang dari sebuah kepedulian melalui pendidikan menjadi sebuah gerakan budaya melalui Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) yang dikembangkan di 120 sekolah. Program Sekolah Berbudaya Lingkungan ini akhirnya berkembang di 470 sekolah, 4 Lembaga Penjamin Mutu dan 2 Pusat Pengembangan Penataran guru. Pada tahun 2006 bersamaan dengan berdirinya Sekolah Alam Cikeas yang mengusung pendidikan yang berwawasan lingkungan, pemerintah yang mencanangkan program Adiwiyata sebagai bentuk kolaborasi kepedulian lingkungan dan pendidikan, dan badan ISO internasional yang mengembangkan ISO 14001, keterkaitan ketiga instansi yang berbeda ini tanda diduga menciptakan sebuah sinergi yang saling terkait terhadap kepedulian pada lingkungan. Dimulai dengan tersertifikasinya Sekolah Alam Cikeas dengan ISO 9001 pada tahun 2012 yang menjadi standar kualitas mutu untuk sertifikasi ISO 14001, dan diperolehnya perghargaan Adiwiyata tingkat propinsi tahun 2015 dari Kementrian Negara Lingkungan Hidup kepada Sekolah Alam Cikeas sebagai bentuk apresiasi penyelenggaraan pendidikan yang membentuk karakter yang mencintai lingkungan dan berperan dalam menciptakan pendidikan berbudaya lingkungan. Pada tahun 2015, Sekolah Alam mulai menata diri untuk berperan lebih nyata terhadap lingkungan dengan menerapkan standar lingkungan yang mengacu pada sistem ISO 14001. Hal ini dilakukan dengan menerapkan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk menerapkan sistem kendali mutu lingkungan di Sekolah Alam Cikeas sebagai sebuah tanggung jawab sekolah terhadap kepedulian terhadap lingkungan. [DAB]

Total comment

Author

Unknown