Jumat, 5 Februari 2016 lalu Sekolah Alam Cikeas kembali
mengadakan Forum Berbagi Ilmu yang dihadiri oleh orangtua siswa yang memiliki
anak usia dini. Mereka antusias untuk mengetahui bagaimana cara mengajarkan
membaca pada anak-anaknya dengan cara menyenangkan. Materi kali ini diisi oleh
Mama Zahrina TK A yang kebetulan pernah memiliki pengalaman sebagai guru TK.
Dalam mendidik anak usia dini faktor teladan menjadi kunci
keberhasilan. Hal ini dikarenakan usia mereka adalah usia meniru. Anak-anak
akan lebih mudah meniru perilaku dibandingkan jika diberitahu secara lisan.
Demikian pula dalam membaca, berikut kutipan dari pembicara tentang hal-hal
yang mempengaruhi kemampuan anak dalam membaca:
1. Atmosfer keluarga
Keluarga yang memiliki atmosfer membaca yang baik, yang
mengenalkan buku atau bacaan sejak dini dapat membuat anak lebih mudah memiliki
kemampuan membaca. Dengan kata lain, jika anak terbiasa melihat orangtuanya
membaca buku, koran atau anak selalu dibacakan buku setiap hari dan sering
diajak ke perpustakaan juga toko buku, maka ia dapat membaca lebih cepat
dibandingkan anak yang tidak mendapatkan atmosfer tersebut.
2. Minat anak
Kita boleh mengajarkan anak membaca saat minatnya untuk membaca
sudah timbul. Minat akan sesuatu hal, membuat orang lebih mudah mengenali atau
memahami hal tersebut. Sebab, perasaan suka akan mempengaruhi semangat anak
untuk belajar membaca. Semakin suka, maka semakin mudah ia memahaminya.
3. Gaya belajar anak
Orangtua sebaiknya memahami gaya belajar yang dominan pada
anak, apakah ia auditori, visual atau
kinestetik, dengan begitu kita dapat
mengajarkan anak membaca dengan cara yang tepat. Jika auditori, membacakan si kecil cerita setiap hari dan memutarkan
lagu-lagu tentang alphabet sangat membantunya untuk memiliki keterampilan
membaca. Jika si kecil belajar dengan cara visual,
memberikan tontotan CD edukasi, memajang poster, akan membuatnya semakin
bersemangat. Jika si kecil kinestetik, kita bisa mainkan permainan edukasi
untuk membaca bersama dia. Yang penting permainan tersebut menstimulasi
kinestetiknya.
4. Daya tangkap anak
Anak yang memiliki daya tangkap yang baik, tentunya akan
lebih cepat menyerap informasi yang disampaikan. Jika kita tahu anak kita memiliki
daya tangkap yang kurang baik, maka kita harus mengulangi kegiatan tertentu
beberapa kali sampai ia paham.
5. Menyenangkan
Dalam belajar, menyenangkan adalah poin utama yang harus
kita jaga. Mood anak saat kegiatan haruslah baik, sehingga kegiatan belajar
membaca tetap menyenangkan. Kita tidak boleh memaksakan kehendak. Jika anak
lelah, sebaiknya berhenti dan dilanjutkan lain waktu.
6. Menggabungkan antara membaca dan menulis
Saat anak memahami sebuah konsep, maka perkenalkan dengan
tulisannya. Contoh, ketika anak sudah mengenal huruf a, maka latihlah ia cara
menulis huruf a yang benar. Jadi konsep membaca dan menulis digabungkan,
sehingga anak lebih mudah memahami dan kemampuan membacanya cepat terasah. Manfaat
lainnya anak menjadi semangat dan tidak bosan dalam berkegiatan.
7. Stimulasi yang diberikan orangtua
Hal ini sangat menentukan kemampuan anak untuk membaca.
Ketika semua hal diatas sudah ada, namun orangtua tidak memberikan stimulasi
atau cuek saja, maka anak akan sulit belajar. Stimulant untuk kegiatan membaca
antara lain teladan orangtua, buku, kartu huruf, quiz, games, lagu, dan lain-lain. Semua stimulant ini sifatnya
menyenangkan dan membuat anak lebih mudah untuk belajar membaca.
Faktor-faktor tadi perlu sekali dipahami sehingga sebagai
orangtua kita tetap mampu mengajarkan anak membaca dalam koridor yang tepat.
Usia dini adalah usia bermain, maka dari itu semua hal yang disampaikan harus
dengan cara bermain. Mari jadi orangtua hebat dan teladan bagi anak dalam
membaca. MG.