Contact Form

 

Sekolah Alam Cikeas, Sekolah Yang Menyenangkan



Sebagai tempat belajar, sekolah diharapkan menjadi rumah kedua bagi anak-anak sehingga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang sehat baik fisik maupun mentalnya. Untuk itulah selain pandai dalam akademis seorang guru harus memiliki keahlian dalam berkomunikasi. 
Komunikasi menjadi jembatan penting agar informasi yang disampaikan guru dapat diterima dan dimengerti oleh siswa. Sekolah Alam Cikeas mencoba mengaplikasikan cara berkomunikasi yang efektif dan menyenangkan untuk anak. Hal ini sejalan dengan isi buku yang berjudul Seni Dialog dengan Anak karangan DR. Sa’ad Riyadh.

Berikut beberapa kriteria dialog yang baik untuk anak pada fase Taman Kanak Kanak di buku tersebut yang juga diterapkan di Sekolah Alam Cikeas:

1.  Dialog yang menarik perhatian anak,

Contoh : Hal ini dilakukan saat siswa bertanya tentang aturan kelas.
Ali           : Bu Guru kalau di dalam kelas kita berjalan ya bu ga boleh berlari, memang kenapa?
Guru      : Iya hebat sekali Ali sudah tahu, kalau didalam kelas kita harus berjalan perlahan. Coba sekarang Ali hentakkan kakinya dilantai.
Ali           : Bunyi bu, berisik. Kok bisa bunyi berisik ya bu?
Guru      : Nah seperti itu, kelas kita terbuat dari kayu. Jika dihentakkan akan berbunyi. Apabila Ali atau teman-teman berlari dikelas maka akan berbunyi, semakin banyak yang berlari maka bunyi suaranya akan semakin keras. Coba Ali dengar baik-baik?
Ali           : Iya bu, bunyinya keras. Aduh berisik bu.
Guru      : Rasanya nyaman atau tidak di telinga Ali jika berisik?
Ali           : Tidak bu, tidak enak.
Guru      : Ali merasa terganggu?
Ali           : Iya bu.
Guru      : Jadi Ali sudah tahu alasannya kenapa kalau dikelas kita diminta berjalan perlahan?
Ali           : Sudah bu, suara berisik tidak enak didengar, mengganggu bu.
Guru      : Bagus sekali Ali, karena kelas kita terbuat dari kayu akan mudah berbunyi dan tidak nyaman jika didengar. Itu mengganggu kelas lain. Terima kasih ya Ali sudah mengingatkan Ibu hari ini.

      2. Dialog yang membantu menanamkan rasa percaya diri anak,
Contoh : Dilakukan saat siswa menunjukkan hasil kerjanya kepada guru
Ali           : Bu lihat, aku bisa gambar ini.
Guru      : Wah bagus sekali gambar Ali.
Ali           : Ini gambar pesawat terbang ada baling-baling sama pilot sama penumpangnya bu
Guru      : Hebat ya Ali, gambarnya bagus sekali. Ibu yakin gambar Ali akan semakin bagus jika Ali rajin berlatih menggambar.
Ali           : Iya dong bu, nanti Ali akan rajin menggambar supaya semakin bagus.

Itulah contoh cara berkomunikasi yang coba dilakukan oleh para guru di Sekolah Alam Cikeas. Masih ada beberapa kategori dialog lagi, seperti:
3.       Dialog yang membuat anak merasakan cinta dan kasih sayang
4.       Dialog untuk memberi dukungan moral kepada anak
5.       Dialog untuk memuji dan member motivasi
6.       Dialog untuk menumbuhkan keahlian atau kemampuan
7.       Dialog untuk menumbuhkan kecerdasan emosional
Aplikasi dari masing-masing kategori akan dibahas dalam tulisan selanjutnya. (MG)

Total comment

Author

Unknown

0   komentar

Cancel Reply