Contact Form

 

Kelas Parenting Desember di Sekolah Alam Cikeas

Tema workshop pada bulan ini adalah Tantangan Mendidik Anak di Era Digital. Berikut kesimpulan yang diambil dari kegiatan ini:



-     Ayah Bunda, 
      Memberikan fasilitas hand phone dengan pulsanya, rumah ber-wifi, TV berbayar, video games, kepada anak dirumah harus dilakukan pendampingan dan pengarahan. Hal tersebut dapat terlaksana jika ada komunikasi yang baik antara orangtua dengan anak.
-          Semua fasilitas yang disediakan orangtua bukanlah “pengalihan” agar anak diam, punya kegiatan dan tidak mengganggu orangtua, sebab jika ini alasannya, hal tersebut bisa menjadi awal “bencana” yang sebenarnya sedang orangtua ciptakan.
      
      Ayah Bunda,            
      Seringkali sebagai orangtua kita merasa “aman”, padahal dari internet yang kita bayarkan tiap bulannya anak bisa mengakses apa saja yang ia inginkan, bahkan ada hal-hal yang tidak diinginkan tapi tidak sengaja terakses.
-          Orangtua tidak boleh “gaptek”, kuasai cara berinternet, cek riwayat koneksinya, “berteman” dengan anak, ikuti perkembangannya, arahkan, kontrol, diskusikan dengan anak, ajak mereka bijak berinternet.
-          Jika anak hobi membaca komik, sebaiknya orangtua juga mengetahui isinya. Layak atau tidak komik tersebut “dikonsumsi” anak. Kenalkan beragam jenis bacaan seperti cerita fiksi, dongeng, petualangan, kisah Nabi dan Rasul/ para sahabat.
      Ayah Bunda,
      Games di abad 21 ini gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter yang diperankan, keterampilan lebih kompleks & kecekatan tinggi (Mark Griffiths, Nottingham Tren University).
Yang menjadi tujuan adalah kepuasan psikologis dan kecanduan lebih besar (Harris interactive, research online).

-          Ayah Bunda, 
      Jadwal menonton TV harus diatur dan dipilah tayangan mana yang boleh dan mana yang tidak. Pendampingan saat menonton sangat penting, berikan program pengganti yang lebih baik bagi anak.

            Didalam bioskop banyak hal yang perlu dipilah, cocok atau tidak dengan usia anak kita? Sebaiknya dipikirkan perlukah ke bioskop? Pikirkan pula iklan film sebelum, ditengah atau sesudah film diputar. Apakah sesuai dengan usia anak dan bagaimana dampaknya jika ia menontonnya?
   
           Ayah Bunda, 
      Semua hal diatas dapat terjadi karena peran orangtua sebab anak belum mampu membeli atau mengadakan “sendiri” semua fasilitas tersebut tanpa campur tangan awal dari orangtua. Baik - buruk, positif -  negatif yang terjadi pada anak-anak kita saat ini sebenarnya ada dibawah kontrol orangtua. Anak-anak hanyalah “korban” dari keegoisan zaman.
    
            Ayah Bunda,
      Komunikasi adalah jembatan utama agar kita bisa masuk ke dunia anak. Komunikasi yang baik dengan anak mempermudah kita untuk dekat dan membuat anak selalu berterus terang dengan hal-hal yang dihadapinya.

-          Ayah Bunda, 
      Jangan lupa rumuskan tujuan pengasuhan di keluarga yang sedang Ayah Bunda bangun. Pastikan tujuan pengasuhan awal adalah menjadi hamba Tuhan yang bertaqwa. Jika keluarga kita mengedepankan agama diatas duniawi, maka keberkahan akan mengikuti.
Sebab kebaikan yang kita terima saat ini adalah hasil dari nilai-nilai agama yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Ingat! Waktu ayah Bunda akan menikah dan saat menikah, agamalah yang menjadi landasan. Tuhanlah yang membuat ayah Bunda bersatu dan sah sebagai pasangan suami istri. Karena itu kembalikan agama dalam keluarga, hadirkan Tuhan dalam setiap hari yang dijalani.
      Terakhir, pulanglah Ayah kerumah… 
      Keluarga yang lengkap terdiri dari Ayah, Bunda dan Anak. Kembalikan peran Ayah sebagai penentu keluarga, Bunda sebagai pelaksana teknis keluarga. Jika peran ini terlaksana dengan seimbang, anak merasa bahagia, maka akan terwujud keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Dengan begitu, tantangan seberat apapun yang akan dihadapi oleh anak-anak kita dizaman ini akan bisa mereka lalui.
         
      Yuk Ayah Bunda, mari bersama bergandengan tangan, lindungi dan selamatkan buah hati kita ^_^. (MG)

Total comment

Author

Unknown

0   komentar

Cancel Reply