Contact Form

 

Suami Istri; Partner Sehati Sepanjang Masa


Workshop Enlightening Parenting selanjutnya membahas tentang komunikasi pasangan dengan tajuk Partner sehati sepanjang masa. Dalam keseharian anak, komunikasi orangtua di rumah sangat berpengaruh terhadap kondisi anak di sekolah. Untuk itu Sekolah Alam Cikeas mengadakan workshop ini agar proses pendidikan dan perkembangan anak menjadi lebih maksimal. Komunikasi suami istri merupakan kunci kesuksesan pengasuhan anak. 


Ada 7 Kunci Komunikasi Suami Istri
1.      Kesamaan Visi Misi
Seperti perusahaan, keluarga juga harus punya visi misi. Visi dan misi dibuat bersama-sama seluruh anggota keluarga dengan Ayah sebagai pemimpin yang mengarahkan dan memastikan semua berjalan sesuai tracknya. Visi dan misi membantu keluarga mencapai apa yang dituju.

2.      Komitmen
Menikah merupakan komitmen antara suami-istri dengan Tuhan. Itulah mengapa secara gamblang saat menikah dibacakan sighat taklid. Dalam buku nikahpun tertuang hak dan kewajiban suami istri. Konsisten dan kongruen dalam penerapannya sangat dibutuhkan agar keluarga yang dibangun kokoh komitmennya. 

3.      Sinergi
Sebagai tim, suami dan istri harus saling mendukung agar keluarga yang sedang dibina benar-benar solid. Jika diibaratkan pesawat, kolaborasi suami istri seperti pilot dan co-pilot. “Istri adalah pakaian bagi suami dan suami adalah pakaian bagi istri” (QS. Al baqarah:187)

4.      Respek dan Appresiasi
Hargai apapun yang dilakukan oleh pasangan termasuk hal kecil sekalipun, dengarkan pasangan kita dan biasakan untuk menatap wajahnya saat berbicara. Apresiasi dengan pujian. Pujilah pasangan anda sesering mungkin, apapun yang ia lakukan pastinya mempunyai arti dan sangat bermanfaat bagi keluarga anda. Buatlah ia tersenyum dan bahagia menjalani akifitas kesehariannya. Bertukar peran sesekali  tidak masalah asalkan tetap saling respect,  jangan ada kesombongan apalagi merendahkan/ menyepelekan antarpasangan karena ini bisa jadi awal masalah dalam kehidupan rumah tangga.

5.      Kemesraan
Cinta adalah kata kerja! Jadi harus ada upaya untuk mempertahankan yg namanya cinta, usahakan untuk selalu menyediakan waktu berdua karena kenikmatan berumah tangga adalah rumah tangga yang penuh kemesraan dan keharmonisan. “Sesungguhnya orang yg terbaik diantara kamu adalah yg paling baik terhadap istrinya” (HR. Tirmidzi)

6.      Tumbuh Lebih Baik
Seperti lagunya Tulus “Jangan cintai aku apa adanya” kita harus selalu improve dan meningkatkan kompetensi dengan memahami cara berkomunikasi serta cara menyikapi perbedaan karakter satu sama lain. Rugi kalau tidak ada perbaikan, kehidupan rumah tangga akan monoton dan tidak bergelora.



7.     Kepercayaan dan Keterbukaan
Keterbukaan melahirkan kepercayaan dan kenyamanan. Terbuka dalam hal apapun termasuk keuangan ataupun relasi dengan orang lain.
Selalu jujur terhadap pasangan, karna kejujuran lebih menenangkan jiwa sedangkan dusta akan menggelisahkan jiwa. Selain itu memperlakukan orangtua dan mertua setara karena mereka pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kebaikan rumah tangga anak-anaknya. Jangan pernah gengsi untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf, berkomunikasi dengan baik serta pandai-pandailah mengelola emosi.



Ada 6 Kebutuhan Dasar Manusia menurut Tonny Robbins:
1.       Contribution
2.       Growth
3.       Love & Connection
4.       Significance
5.       Variety
6.       Certainty
Keenam kebutuhan dasar inilah yang menentukan tipikal masing-masing individu. Jika setiap pasangan mengenali kebutuhan pasangannya maka akan meminimalisir misskomunikasi yang terjadi. Jadi yuk kita cari, apa sih kebutuhan dasar pasangan kita?



Kunci Mempertahankan Pernikahan:
1.       Tidak emosi disaat yang bersamaan.
2.       Mau mengakui kesalahan dan meminta maaf.
3.       Keinginan untuk memperbaiki diri.
4.       Kejujuran dan keterbukaan.
5.       Upaya terus menerus membangun kemesraan.
6.       Kembali ke tujuan pernikahan dan aturan Allah. 


 

Mulai saat ini, mari kenali diri sendiri, kenali pasangan kita, terus bertumbuh dan berusahalah memberikan yang terbaik, lillaahi ta’ala. 


Total comment

Author

Unknown

0   komentar

Cancel Reply